Siapa tau ibu dapat mencari jalan keluarnya. Tiba-tiba terdengar suara di sampingku, “Maaf Bunda…ada paket yang…yang ha…wajib ditandatangani sama Ibu dulu…ma..maaaf…” Suara Prima terdengar tersendat-sendat, mungkin sebab kaget serta gugup menonton kondisiku yang belum mengenakan pakaian lengkap.Aku terkejut. Bokep HD Sebab walau usianya baru 18n tahun, ia telah mahir mengemudikan mobil. Menurut telepon yang kuterima tadi siang, suamiku akan melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru, lalu ke Medan, kemudian pulang. Maka terjadilah proses pendek tapi bermakna besar bagi kenasibanku ini. Yang besar telah diterima di sebuah perguruan tinggi populer tapi belum mulai kuliah, sementara yang kecil baru naik kelas 3 SMA. Pada saat itulah aku menepuk tangan kiri Prima sambil berkata setengah berbisik,
“Jangan lupa…setelah Nanda tidur, bunda tunggu ya.”
“Iya Bunda,” Prima mengangguk sopan.




















