Aqu sampai tertegun melihatnya. Kemudian aqu dipersilakan masuk, dan setelah Om Puri keluar dan menyambutku dia pun berkata dgn ramah,
“Doni, papimu barusan nelpon, nanyain apa kamu sudah sampai tempat om. Bokeb Aqu pun sembari menyetir, karena melihat pemandangan yg indah, meletakkan tanganku ke pahanya yg terbuka. Malamnya sehabis makan, aqu dan Om Puri sedang mengobrol sembari nonton TV, dan Om Puri bilang kalo besok mau keluar kota dgn istrinya seminggu. Tangannya telah basah dgn keringat dingin, dan wajahnya selalu menunduk. Wajahnya mendongak kearahku. Untuk mencegah agar Nani tak mengerang, mulutnya terus kusumbat dgn mulutku. Aqu segera memeluk Nani yg masih ada di pintu dapur, kemudian pelan-pelan pintu kututup dan Nani kupepet ke dinding. Tangannya masih menggenggam pangkal kemaluanku, dan mengelusnya pelan-pelan.

