Mas Berto mengerti keterkejutanku.“Aqu sudah tak tahu lagi dgn apalagi aqu harus membayar hutang-hutangku, dia sudah mengancam akan menagih lewat tukang-tukang pukulnya jika aqu tak bisa membayarnya sampai akhir pekan ini”, katanya lirih.Aqu cuma terdiam tak mampu mengomentari perkataannya itu. Bokep Jilbab/Hijab Sampai saat ini kejadian ini tetap masih berulang. Mas Berto berjanji untuk melunasi utangnya itu. Aqu enggan mengikuti keinginan swamiku ini, tetapi aqu juga harus memikirkan keselamatan keluarga, terutama keselamatan swamiku. Aqu menyadari Mas Berto sedang suntuk, jadi lebih baik aqu menahan diri sehingga tak menimbulkan masalah baru. Sesewaktu itu juga aqu membenci swamiku.




















