Jagain sebentar ya..!”Ya itulah kabar gembira, karena Wien lalu mengangguk.Setelah mengunci salon, Wien kembali ke tempatku. Aku tidak dapat lagi memandanginya.Kantorku sudah terlewat. Bokep Ojol Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan. Bicara apa? Come on lets go! Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yang datang, baru aku saja. Itu artinya ia tidak mau diganggu. Hanya suara kebetan majalah yang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musik lembut yang mengalun dari speaker yang ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok. Ia memulai pijitan. Aku duduk di belakang, tempat favorit. Ah.., wanita yang lehernya berkeringat itu begitu besar mengubah keberanianku.“Buka bajunya, celananya juga,” ujar wanita tadi manja menggoda, “Nih pake celana ini..!”Aku disodorkan celana pantai tapi lebih pendek lagi.




















