Vivi melotot, aku mencibirkan bibirku kemudian terdengar suara tawa canda memecah keheningan dipagi hari itu, sementara teman-temanku bercanda dipagi hari aku mengambil handuk dan masuk kekamar mandi yang ada dikamarku.Kunyalakan kran shower, air hangat segera mengguyur tubuhku, duh asiknya, sabun kesana sabun kemari usap sana usap sini akhirnya selesai juga acara bersih – bersihnya ^^. Walaupun alasan sebenarnya, kami takut tas kami disubsidi oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,
“Oooo…, Begituuu….” Pak Romi tersenyum sambil berkali-kali menelan ludah mencuri-curi pandang kearah buah dada kami berempat. Link Bokep liat ngak Om om, diujung sono…” Aku mencolek pinggul Farida
”Hah ? snack” Reina menunjukkan isi tasnya. Farida mengeluarkan sebungkus coklat Diary Milk kemudian setelah membuka bungkusnya. ” Vivi mengangkat bukunya menutupi wajah kemudian berbisik bertanya.



















