Tetapi yang terjadi Mas Iky justru berkata kepadaku, “Nggak usah, Sienny. Bokep Thailand Jika aku ke pasar, Mas Iky tak segan untuk mengantarkanku.Bahkan ketika naik mobil aku tidak diperbolehkan duduk di jok belakang, harus di sampingnya. Kutinggalkan semua kenangan duka maupun suka yang selama ini kuperoleh di rumah ini. iya.. Kulihat pemuda ini berlari menuju teras rumah. Aku sudah tenggelam dalam kubangan ini. Apalagi Mas Iky selama ini hanya berucap: “Aku mencintaimu, Sienny.” Seribu juta kalipun kata itu terlontar dari mulut Mas Iky, tidak akan berarti apa-apa jika Mas Iky tetap diam tak berterus terang dengan keluarganya atas apa yang telah terjadi dengan kami berdua.Akhirnya terjadilah apa yang selama ini kutakutkan, bahwa aku mulai sering mual dan muntah, yah..




















