Aku terdiam sesaat bingung harus menjawab apa padanya.“Dhea…Dhe…kamu masih disitu? Memang terkadang aku sedikit menyesal memilih menikah terlalu awal, aku meninggalkan bangku kuliah dan karena menikah dengannya karena cintaku padanya. Bokep Family Dah lama gak ketemu ya!” sapa suara di seberang sana.Penelepon itu adalah Mbak Reni, adik perempuan Mas Roy, seorang janda tanpa anak berusia 28 tahun. Kini ia mengincar kakak iparku juga.“Cepat Bu, jawab teleponnya” katanya pelan sambil melihat ke arah gagang telepon, “atau saya yang jawab sambil nyeritain keadaan disini selama Bapak pergi”Dengan mata melotot marah aku mengambil gagang telepon itu.“Ehh…iya Mbak Reni…emmm…jadi gimana?” aku meneruskan pembicaraan dengan suara lemas.“Gimana apa Dhe…aku kan sudah ngepak barang-barangku, tinggal besok berangkat ke tempat kamu, siang kamu di rumah kan?




















