Tangannya berhenti mengelusi kelaminku lalu Alia bangkit berdiri. Engga sabaran “dia”, sejak dua hari lalu “nganggur” saja. Bokep Montok Apa sebenarnya yang dia sembunyikan? Kupungut CD-nya yang masih tergeletak di lantai, kusimpan. Rupanya, begitu aku “turun” dari tubuhnya setelah persetubuhan kami terakhir lewat tengah malam tadi Alia langsung tertidur. “Itulah satu-satunya penis yang pernah kulihat dan memasuki tubuhku,” tulisnya ketika itu. Nah, sudah duduk di kursi, tapi masih ada penghalangnya, ada meja bundar di antara kami. Detik-detik berikutnya akan lancar saja, pikirku. “Jadi nanti, punyaku yang kedua,” balasku. Alia memang unpredictable, tiba-tiba dia mencegah tanganku yang membuka roknya. Masih menatapi tubuhnya bahkan sempat berpikir, mulai dari mana?




















