Yang jelas semenit kemudian ia telah kembali dan berusaha merangkulku. Bokep indo Terus terang aku tahu bahwa namanya Oghe hanya dari struk pembayaran. Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. “OK, sambungkan..!” Entah mengapa lidahku sulit diajak kompromi kalau sudah soal Felly. Setelah ia merapihkan celanaku, ia membereskan pakaiannya sendiri yang berantakan. Ia mengerang kenikmatan. Yang aku tidak habis pikir, besok bila Felly menelponku, aku akan memberinya sejuta alasan masuk akal tentang kemangkiranku dan dia akan memaafkan. “Pak Ricky, telepon dari Felly,” Indri, sekretarisku di interkom. 2 tahun yang lalu aku pikir aku sudah terbebas darinya. Aku merutuki diriku sendiri. Baru 2 km dari rumahnya, aku memukul-mukulkan tanganku ke stir mobil ini.




















