Elsya masih memakai baju seragam banknya, lengkap dgn blazer, sepatu hak tinggi dan stocking hitam menggoda. Shit.. Bokeb “Emhh.”., Elsya bergumam.Sadar aqu berada di tempat umum, walaupun kolam renang agak sepi, cuma ada tiga orang selain kita, membuatku agak sedikit melepaskan pelukan walau sayg untuk dilaqukan.“Sya, mending kita sauna yuk!”, ajakku menetralkan suasana. Kujilati dadanya. Tangan Elsya memegang dadaqu, kemudian mengusap menyusuri perut sampai sampai pada gagangku yg sudah berdiri dari tadi. Elsya terlihat agak kecewa dgn sikapku yg sengaja kulaqukan. “Oke!”, jawabnya singkat.Kita berdua mengambil handuk di kursi pinggir kolam, dan berjalan bersamaan, menuju ruang sauna yg tak jauh dari kolam renang. Sambil dikocok, keluar masuk mulutnya Elsya.“Ohh..!” aqu pun tak luput meracau.Hampir terasa puncakku tercapai, ku dorong Elsya menjauhi kemaluanku, aqu bangun




















