“Tidak, Nyonya. Karena aku harus selalu mendampinginya, tentu saja Nyonya membelikan aku beberapa potong pakaian yang pantas. Bokep Montok Saat melihat buku tabungan, aku tersenyum sendiri. Seakan dia tidak percaya kalau di kota yang super sibuk dengan orang-orangnya yang selalu mementingkan diri sendiri, tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya, ternyata masih ada juga orang yang dengan tanpa pamrih mau menolong dan membantu sesamanya. Tapi juga jadi pendampingnya di ranjang dan menjadi penghangat tubuhnya. Kemana saja Nyonya Majikan pergi, aku selalu berada di sampingnya. Aku selalu berharap, apa yang terjadi pada diriku jangan sampai terjadi pada orang lain.




















