“Yap,” sahut Willy singkat. Bokep Mamaku yang sedang berbaring lemas diatas meja makan tiba-tiba melompat bangun. “Eh, Tomi. Bibir bawahnya digigit-gigitnya dengan giginya. Adikku Mimi. Sadis. Kepala kontolnya yang kemerahan seperti jamur melewati pusarnya. Ia tetap cuek aja seperti biasanya. Dia tuh, kayak suami baru Mama aja jadinya. “Habisnya elo berdua sama gilanya sih. Padahal Mama kan masih ada di kamarnya pagi-pagi begini. Belum lagi kontolnya. Hampir tiap hari dia ada di rumah. Batangnya gemuk, segemuk botol coca cola yang sedang dipegangnya. Pandanganku kualihkan ke lemari es. Itupun setelah jarum jam menunjukkan pukul empat pagi. enggak ada seru-serunya. Apalagi usianya enggak jauh dariku. Mama enggak bakalan bangun. Si Mimi paling senang dengan keberadaan Willy di rumah.




















