Seminggu sebelum kampanye terbuka dimulai, Ayahku menyerahkan jadwal kampanye bergilir kepadaku, 2 minggu dan 2 kali Ayahku mendapatkan jadwal untuk berorasi di depan simpatisannya. Otot-ototnya berkedut tak terkendali, dadanya membusung-busung hingga payudaranya berguncangan kesana kemari.Dia telah meraih orgasme yang kedua, tubuh kami penuh peluh, Aku mencabut kemaluanku, membiarkan Reza beristirahat sebentar setelah mendapat kenikmatan yang pertama.Ku duduk berselonjor di sampingnya, tiba tiba dia bangun dan langsung meninidih tubuhku, di pegangnya kejantanku di arahkan ke kemaluannya, dan“Bleesss. Bokep indo baru Ooooh……! Aaaahhhh aku maluuu kaaaaakk” sambil mengelus pipiku.“Malu kenapa?” aku menggigit payudaranya yang tergantung di depan wajahku.“Ooooh………, Ooooh………, Kaaaaaaak”“Bukain sayaaang” Aku membungkuk setengah berdiriDengan cekatan Reza melucuti celana jeans yang aku kenakan, begitu juga dengan boxer terakhir pengaman kejantananku.




















