Esoknya, dari rumah kuitung-itung waktu. Anggap saja tiap-tiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. Bokep India Ia terus mengelap pahaku. Toket itu dari jarak yg cukup dekat jelas membayang. Sesekali tangannya nakal menelusup ke bagian tepi celana dalam. Aq duduk di tepi dipan. Aq masih di atas angkot. “Mbak Iin.., udah ada pasien tuh,” ujarnya dari ruang sebelah. Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu,” kata Iin.Setelah beberapa lama menyodoknya,“Terus dong Yg. Aq masih termangu. Tetapi berlari. Sekenanya saja kubuka halaman majalah.“Tunggu ya..!” ujar wanita tadi dari jauh, lalu pergi ke balik ruangan ke meja depan ketika ia menerima kedatanganku.




















