Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Vidio Porno Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Tes! Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Air mataku jatuh tanpa terasa. “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Katanya mau kayak Rasul? Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini.




















