Sungguh tak tega aku melihatnya. Bokep Brazzers Mbak Ratih beranjak dari duduknya kemudian berlutut dihadapanku, ia memeluk kedua kakiku dengan erat.“Mas, ijinkan saya tetap bekerja dengan mas Adam, saya berjanji akan bekerja dengan sungguh sungguh mas…” kata mbak Ratih memohon.Mbak Ratih merupalan tulang punggung keluarganya. Kutarik mbak RAtih ke ruang belakang, tempatku biasa tidur siang dan juga tempatnya beribadah.Wajah mbak Ratih tampak tersipu saat di dalam ruangan itu kulucuti semua pakaiannya hingga kami berdua sudah sama-sama telanjang. Aku mengambil dua lembar uang seratus ribuan dan kuberikan pada mbak Ratih.“Uang apa ini mas?” tanya mbak Ratih heran.“Buat beli oleh-oleh anak-anak mbak Ratih” jawabku.“Beneran ini mas?” katanya senang.“Iya mbak…”“Makasih ya mas…”“Tapi ini dulu donk…” kataku sambil kuletakkan jari telunjukku di bibirku dan mbak Ratih pun paham dengan




















