“Mbak..maaf boleh saya nanya..”
“Boleh den..mo nanya apa..”Jawabnya. Vidio Bokep “Mbak gimana beritanya, urusan yg dulu itu telah berakhir..” Ujarku mengawali pembicaraan. “Jangan Den..” Jawabnya, tapi kalimat itu terpotong. Tapi situasinya telah terjepit, wanita lain mungkin bakal menghardiku serta segera berangkat menjauh, sementara mbak Juminten tidak punya opsi lain. Jam 8 mbak Juminten tiba, perasaanku tidak karuan ketika dirinya membuka pintu depan. Aku kembali terdiam, kepalaku tetap terasa pusing. Ada rasa sesal telah mengucapkan kalimat tadi, tapi telah terlanjur. “Gak tidak sedikit mbak mo minjem segitu?, terus terang saya keberatan, kayaknya yg kemaren2 telah cukup..” Ujarku mengawali kembali pembicaraan. Aku tidak memperdulikan ucapanya. Mbak Juminten tersenyum tipis, aku penasaran apa yg ada dalam pikiranya.




















