Aku tidak berani menatap wajahnya. Aku memegang teteknya. Film Porno Ini kesempatan kedua. Ayo..!“Mbak.., pahaku masih sakit nih..!” kataku memelas, ya sebagai alasan juga mengapa aku masih bertahan duduk di tepi dipan.Ia berjongkok mengambil sapu tangan. Aku tidak tahan. Ia berlutut mengelap paha bagian belakang. Hitam. Sudah tiga tahun, benda ini tak kurasakan Sayang. Kini ia pindah ke paha, agak berani ia masuk sedikit ke selangkangan. Masak tidak ada yang bisa dibicarakan. Ia memulai pijitan. Membuang napas. Makin lama makin jelas. Cuaca ibu kota membuatku panas saat menaiki angkutan umum, bentar lagi sampai di kantor, dan aku berdiri di pintu untuk mendapat angin masuk kedalam angkot, pekerjaan di kantor aku kerjakan di rumah supaya cepat selesai dan tidak menumpuk, sambil ngalamun aku di bentak ama




















