Duhhh…akuu..akuu benar-benar tak tegaa melihatnya…Akhh.. Film Porno Sedangkan keluarga papi terasa asing bagiku.Setelah peristiwa itu aku putuskan untuk kembali kemari. Ia menyodorkan sebotol air mineral kepadaku sambil cengar-cengir. Bagaimana dengan rencana-rencanaku buat mencelakainya. Tak cuma mang Gimin yang merasa kehilangannya, akupun begitu sedih. “Haah, Non?!” mang Gimin justru terbengong menanggapi keinginanku itu. Rasanya sudah cukup bukti jika akupun sangat mencintainya. Dari wajahnya terlihat sekali begitu bingung dan kuatirnya dia saat memastikan aku turun atau tidak setiap kali angkot yang membawaku berhenti. Aku merasa cukup puas melihat hasil pembalasanku padanya hari ini. “Ya non..mamang sudah ndak apa-apa” jawabnya. Biarlah non yang menjadi istri terakhir buat mamang”
“Aduhhh pake ikrar segala sih mang? Ia jelas tahu apa yang tengah aku rasakan saat ini.




















