Saya lalu mengusap pipinya yang memerah….. Dia cuman menggeleng sambil tersenyum, “Nggak pa-pa kok Rei….. Bokeb Langsung aja supaya nggak bikin penasaran… hahahaha….Pernah siang-siang pulang sekolah, Saya ngajak Nidya main ke rumah Saya yang relatif deket dengan sekolahan. Waktu Saya melihat-lihat, Saya melihat setumpukan pakaian Nidya yang habis diseterika ditumpuk diatas meja kecil didekat meja belajarnya. Ahhh…. Kamar Nidya nggak begitu besar juga, namun rapih sekali dan penuh dengan boneka yang disusun rapih.Nidya lalu menyuruh Saya agar menunggu sebentar, dia mau ganti pakaian dulu… keringatan katanya. Saya duduk di kursi, Nidya di pinggir tempat tidurnya hadap-hadapan dengan Saya. kamu manis sekali”, tiba-tiba aja perkataan itu spontan meluncur dari mulutku. Nggak nyombong sih… tapi sejak kecil sampai sekarang kayaknya Saya mudah saja mendekati cewek, katanya




















