Siapa coba?”
Kudengar tawa Jay beriring tawaku sendiri. Bokep Waktu itu Jay juga sedang mengejar Chie. “Aku besok ujian, Chie.”
Kulihat jam dinding yang menunjukkan pukul 23.30 malam. Ironis. Jay malah menawarkan pada Chie untuk membantunya, karena Jay sadar, untuk mendapatkanku adalah hal yang sangat susah untuk dilakukan, apalagi oleh Chie seorang diri. “Sebelum aku menjadi milik bule. “Chie…” desahku, mengusap ubun-ubun kepalanya. Pahit dan menyenangkan. Meninggalkan Jay. Di dalam saja!” Mama Chie memanggilku masuk. “Ray..” Chie mendesah lirih saat bibirnya menyentuh bibirku.Kukecup bibirnya dengan lembut. Jay. Egois.”
Tuduhan itu membuatku terdiam. Sehingga aku, entah bagaimana, terpancing untuk datang ke rumah Jay demi menuntut penjelasan. Ah, Chie. Wajahnya terlihat berseri-seri, membuatku sedikit mendongkol karena masuk dalam jebakannya.




















