Baiklah terakhir saya ceritakan tentang pengawal saya, atau bodyguard saya.Namanya Mulyono. Bokep Montok Pekerjaan resmi (pekerjaan tidak resmi saya adalah pelacur) ini cocok dengan pendidikan saya. Yang jelas setelah itu tiap hari Selasa dan Kamis saya berkantor di kantor Pak Hendrik. Saya biasa memanggilnya Dik Mul, karena memang usianya baru 21 tahun, tiga tahun lebih muda dari saya. Bersama itu pula saya peluk kuat-kuat tubuh Mulyono.Inilah puncak persetubuhanku dengan Mulyono. Dan ketika saraf tubuh saya tak lagi kuat menampung muatan listrik itu, saya berbisik..“Dik Mul, tembak sekarang ya!” Dan Mulyono mempercepat gesekan kemaluannya, sampai pada puncaknya kakinya mengejang. Itu terjadi pada suatu malam minggu di rumah. Kemaluan saya terasa berdenyut meremas kemaluan Mulyono.Saya orgasme, dan ini terulang lagi beberapa kali, multi orgasme.










