Sakit!! Bokep SMA Diam-diam, aku kagum dengan penampilan Erik dan Tomi yang sangat menarik. “Panas..badanku terasa panas..Erik..” pikirku dalam hati. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Erik..”
Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek. Aku memilih untuk diam. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. Aku mendesah panjang. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit.




















