Dia julurkan lidahnya yang aku hisap-hisap dan perasan airludahnya yang lezat kureguk. Tapi jangan dibilangin siapapun.”
Aku diam agak lama.“Takutnya nanti bilah saya tidak mau kendor Tante”. Bokep Arab “Di kamar tidur Tante?”, tanyanya. Jarang bergaul dengan perempuan selain ibuku, akupun jadi canggung kalau berdekatan dengan perempuan. Tapi senjataku masih tertanam mantap di memek tebalnya.“Enak Tante?”, bisikku. Aku membaringkan diri di sofa dan menutupi diri dengan selimut wol tebal itu ketika suara angin dan hujan ditingkah gemuruh guntur dan petir sabung menyabung. “Ayo sarapan Dit. Dan juga jangan sekali-kali bilang sama ibumu”. Dan saat itulah kurasakan tubuh Tante Ratih berkelojotan sementara mulutnya mengeluarkan suara lolongan yang tertahan oleh tanganku. Melihat ayam atau ****** main saja, aku bisa tegang. Segalanya indah. “Ayo sarapan Dit.




















