Tanganku terus menjalar sampai menyentuh celah di pangkal pahanya. Tanganku pindah ke bukit memeknya mempermainkan jembutnya yang lebat. Bokeb Kit puter2 saja disana mencari makan. “Wah ngisi bensinnya banyak banget Yu”. “Om, ini Ayu, om temenin Ayu ya, dia gak punya pasangan”, Ana mengenalkan aku pada seorang abg, seumuranlah ma Ana.Cantik, wajahnya dihiasi dengan sepasang mata uang indah, bulu mata yang lentik, hidung mancung dan bibir mungil yang merekah. om,” rintihnya. Wah, kecewa juga aku mendengarnya.Sampe pada hari H nya. “Geli om”, katanya ketika tanganku menggelitiki pinggangnya.Ayu menggeliat2 jadinya. Ditengah kenikmatan, aku mengganti posisi lagi, aku duduk di kursi dan ayu duduk dipangkuanku membelakangiku.




















