Hingga satu saat aku merasakan tubuhnya mengejang, kemudian aku merasakan semburan cairan hangat di mulutku, aku hisap sebisaku semuanya, aku telan dan aku nikmati dengan rakus, tetes demi tetes. Bokep Rasanya jauh lebih nikmat daripada waktu aku masturbasi. “Kok kamu jadi bengong, Bud?” Lanjutnya sambil menghampiriku. Aku tidak menjawab, hanya tersenyum. Tentu saja dengan sekali-kali melihat ke arah meja Ibu Netty yang masih setia menyilangkan kakinya dan menurunkannya kembali, sedemikian rupa, sehingga memperlihatkan dengan jelas selangkangannya yang indah.Sekitar 30 menit sebelum waktu ujian berakhir, aku bangkit dan berjalan ke depan untuk menyerahkan kertas-kertas ujianku kepada Ibu Netty. Aku semakin tidak tahan dan akhirnya…, jebol juga pertahananku. Aku kembali memandang ke arah Ibu Netty, dia masih memandangku sambil tersenyum nakal.




















