“Yah, baik-baik saja. Bokep Shit! Ray.. iya deh, tapi jangan berantem terus.”
Pikiranku sedikit melayang. duh..”
Kukenakan baju dan celanaku, melihatnya masih duduk di pojok kursi belakang tanpa pakaian dan menyilangkan tangannya di dada. “Terus..” tanyaku. “Nia.. ah..” Nia masih mengerang-erang di bawahku. Hehehehehe!Dalam perjalanan, Nia lalu bercerita bagaimana semenjak lulus SMU ia selalu berusaha melupakanku dan menolak setiap lelaki yang berusaha mendekatinya. pikirku saat itu. ah.. gini..” Nia tertawa melihat kegugupanku. ah.. Kuraba betisnya, menelusuri kulit pahanya yang mulus, dan meletakkan telapak tanganku di permukaan belahan pahanya, beristirahat sejenak, menikmati genggamannya di pergelangan tangaku yang menguat.




















