Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Oleh karenanya, aku betah berdiri berlama-lama di sini. Bokep Tiap kali dia berkata begitu, dia selalu menyertakannya dengan merendahkan bahu. Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Siapalah aku, aku hanyalah tiang listrik yang mengadu nasib di jalan raya.,,,,,,,,,, Aku langsung ingin mengutuk diri. Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi.




















