Aku tak menanggapi. Segera saja dia kugenjot. Bokep STW Desiran pipisnya membuat “adik”-ku berdenyut, tapi aku sungguh tidak ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Aku tahu ini goyangan alami yang spontan, reaksi seorang perempuan berdarah panas, bernafsu besar. Kubuka pintu mobil dan dia naik, lalu mobil kuteruskan masuk ke garasi.“Bungkusan apa, Ermita?”“Nasi bungkus Om.”“Nraktir ya?”“Iya.”“Ayo kita makan.” Dari garasi kami masuk ke dapur. Setiba di rumahnya kami bertengkar. Ndak pacaran lagi sama Andi?” tanyaku tersenyum lebar menggoda. Dia punya duplikat kunci untuk itu.Tapi sebenarnya walau sedang di rumahpun aku tak begitu peduli pada apa yang diperbuat Andi dengan pacarnya di ruang tamu.




















