Okta benar-benar kuperlakukan seperti pacarku sendiri. Bokep Ojol Baiklah, tapi tidak lebih dari itu ya?, jawabku. Perlahan-lahan kubuka kancing bajunya. Ah.. Segera Okta mempercepat gerakannya. Keesokan harinya aku lantas ijin untuk tidak bekerja, dan aku berdandan sangat rapi. Rasa geli itu membuatku secara refleks menggelinjang. Jam 10 aku langsung meluncur ke cafe dan sampai disana aku merasa kebingungan karena aku belum pernah melihat Okta sama sekali. Gua pake alat kontrasepsi kok. kataAku.Aku bukan bermaksud munafik, tapi Aku memang benar-benar takut saat itu, karena belum pernah melakukannya. Aduh, Arman..ssh..ssh.. Entah mengapa tiba-tiba ada perasaan kesal dalam diriku.




















