Aku periksa lemari, ada apa saja yang bisa aku pakai.Peralatan pertama adalah handycam, Zenit pasti senang kalau aku merekam adegan Minoru digagahi. Bokep indo Cita-citanya untuk membalaskan dendamnya akan segera tersalurkan. Ku pejamkan mataku membiarkan Minoru memberikan pelayanannya kepada kontolku. “Terus kita mesti culik dia lagi?”, tanyaku.“Gak lah, aku bakal ancam dia, aku kan masih nyimpan videonya…”, lanjut Zenit sambil menyengir.Zenit lalu mengajakku ke tempatnya berjanjian dengan Minoru Thosi, gadis Jepang yang pernah kami siksa. Aku coba memanfaatkan waktu yang ada dulu untuk melihat Minoru yang cantik. Aku duduk dengan membuka selangkanganku, lalu kusoroti wajahnya yang cantik itu.Dengan mata tertutup, Minoru terpaksa membuka mulutnya dan membiarkan kontolku masuk ke dalam mulut itu.




















