Kelvin kembali menjelajahi tubuhku yang barus saja tertutup, dia menciumi setiap lekuk-lekuk di tubuhku. “Ummm…” dia menatapku dengan tampang bersalah. Bokep Tapi karena tidak ingin kelihatan desperate, aku mengungkapkan bahwa aku mengkhawatirkan mobilku yang masih parkir di lapangan kantor, dia bilang tidak usah takut. Kapan kita lunch bareng?”
“Waduh, aku sibuk banget minggu ini.”
“Gimana kalau besok. Wajahku yang sejak tadi menikmati aksinya kini mulai terjaga. Kelvin menjawab dengan nafas memburu, “Oh tidak…! “Khristi, nanti kita lanjutkan di rumahku, setelah dinner.” katanya sungguh-sungguh.Kelvin keluar dulu. Apa salahnya? Aku kan ke sini cuma buat nganterin kamu. “Engga apa-apa”, katanya ringan. Aku Kelvin. Aku berpikir si Kelvin ini kelihatannya punya hati yang baik.Aku masuk ke kamar ganti yang besar dan mencoba lagi baju itu sebelum benar-benar kubeli.




















