Aku tersenyum dan mengangguk. “Apa yang akan terjadi selanjutnya?” tanyaku lirih. Bokep Barat Aku yakin, aku takkan menjumpainya lagi. Kamu akan mengantarku pulang, bukan?”
“Tentu saja. Tapi akhirnya, dengan memejamkan mata, kugerakkan pinggulku, maju dan mundur. Nafasnya masih terengah. “Ikuti saja iramanya,” ia berbisik lagi. Kulihat lehernya yang putih bergerak-gerak saat ia menghabiskan setengah dari isi gelasnya. Bersama wanita ini. Aku bisa mengerti hal itu.”
“Kamu marah?”
“Kalau marah, aku takkkan memintamu tidur di dadaku.”
Aku tersenyum saat mendengarnya berkata demikian. Aku mendiamkannya. Aku mengerang, menahan ekstasi yang merambati seluruh sarafku. Ia balas menatapku. Aku melajukan mobilku dengan kecepatan enam puluh kilometer perjam. “Hey !” seruku. Air dingin membuatku terasa lebih segar.




















