Tapi mungkin karena pergaulanya yang salah, (karena banyak selentingan kalo dia itu pecun istilah sekarang, kalo dulu sih sebutannya perek), dia jadi seperti ini. Bokep Colmek Jawabku lagi.Sekali lagi dia terdiam. Selain alasan yang pasti dia butuh duit juga tentunya.Karena keadaan rumah sepi, lagi pula pintu gerbang sudah aku kunci, rasa isengku muncul, seberapa percayanya Sita padaku. Tapi perasaan itu akhirnya kubuang jauh-jauh, Sita kan terkenal pecun, batinku dalam hati.Setelah tersadar, aku lalu mengelurkan dompetku dan mengeluarkan uang Rp. Dan kembali pikiranku berkata, “Dasar pecun!”“OK sekarang kembali ke rencana semula, yaitu sesi pemotretan” kataku pada Sita.“Sesuai kesepakatan kan? Aku kan gak punya apa-apa?!”, tanyanya kebingungan.Sepertinya ia takut gak bisa dapet pinjaman uang dariku.“Terserah kamu aja deh, apa imbalan dan jaminannya!” katanya lagi, dari nada suaranya




















