Teganya kamu?” teriak Vita terdengar hamper menangis, tapi Erina Cuma tersenyum sinis. Bokep Aku mengangkat bahu.“Apa ini tidak membuat abang marah?” tanyanya gusar.“Tentu saja ini membuatku marah, tapi aku tetap tak bisa merubah apa yang sudah terlanjur terjadi.”Kenyataannya adalah aku lebih merasa sakit karena dikhianati dari pada kelakuan mereka.“Astaga, aku benar-benar heran dengan abang? Vita, aku punya sebuah fantasi yang ikin kulakukan. Akhirnya dia mengangkat kepalanya dan menatapku dengan diam.“Kamu tidak apa-apa?” tanyaku khawatir tapi dia malah tertawa.“Aku merasa sangat ehmmaE|! Erina menatapku dan menggelengkan kepala, tapi kemudian dia menarik nafas dan kelihatan agak sedikit mereda emosinya.“Sudah satu tahun kami mencoba untuk mendapatkan seorang bayi, tapi belum juga beruntung.










