Dan aku selalu menganggapnya sebagai kawan biasa saja. Aku menatapnya dgn tajam. Bokep Aku benci dgn suaminya. Membuat dadaku jadi berbunga dan padat seperti mau meledak. Meskipun malam itu Lidya mengenakan rok yg panjang, namun belahannya hampir sampai ke pinggul. Namun aku tak peduli dgn paha yg indah padat dan putih terbuka cukup lebar itu. Bahkan aku tak protes ketika Lidya mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku. Semakin dekat saja jarak wajah kami. Dan memang benar, ternyata Lidya berulang tahun malam ini. Aku tak rela Mbak Indira jadi milik orang lain. Meski sudah berusaha melakukan apa saja yaang dimintanya.Sementara itu Lidya sudah menjepit pinggangku dgn sepasang pahanya yg putih mulus. Dan sikapku juga terus seperti anak balita, meski umurku sudah cukup dewasa.




















