Tapi kami tetap berjalan, terus berjalan hingga kami sampai pada rumah Sava.“Hei Qora, masih aja payungan pake daun pisang,” ah aku baru sadar kami sudah berada di dalam rumah Sava. Bokep indo baru AKU RELAAAAAAA !”“Baiklah.”Entah darimana datangnya suara yang menggema di otakku, suara yang berat dan juga dalam. Dia masih mempunyai impian yang belum terwujud, dia harus menggapai mimpinya. Mataku terpejam merasakan kehangatan yang begitu lembut ini.*****
“Qora sayaaaaaaaaang,” entah darimana datangnya, Sava begitulah aku memanggilnya, sudah mendekap tubuhku erat dari belakang. Penisku terbebas, terasa segar setelah tadi terkurung dalam ketegangan yang penuh.“Bisa ?”“Belajar dulu.”Aku menyodorkan penisku ke mulut Sava. Buru-buru aku mengambilkan air untuknya.Setelah beberapa saat, dia mulai dapat mengendalikan dirinya, lalu menatapku yang masih dalam keadaan tanpa busana.




















